[Mind Blowing] Peran Manusia dalam Sejarah

[Mind Blowing] Peran Manusia dalam Sejarah
dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita pasti pernah bertanya mengapa kita diciptakan ? untuk apa tuhan menciptakan manusia ? apa peran manusia ? apa peran masing masing manusia ? kita akan bertanya ketika kita sedang mengalami masalah, ketika sedang mengalami kesusahan. 

jawabannya, secara garis besar peran manusia dibagi menjadi dua jenis. manusia yang berperan sebagai pencipta (create) dan manusia sebagai pengembang (developer)

Orang Pintar

orang pintar merupakan orang yang pandai berbicara, orang yang punya wawasan yang luas, orang yang punya banyak pengetahuan dan pengalaman, orang yang punya pengaruh dan wibawa. adalah jenis manusia yang berperan sebagai pencipta (create). kata pencipta disini adalah orang yang menciptakan kedamaian maupun kekacauan. 

Orang Bodoh

sedangkan orang bodoh, yang merupakan orang yang malas belajar, orang yang tidak punya pengetahuan dan pemahaman yang cukup. adalah jenis manusia yang berperan sebagai pengembang (develop). kata pengembang disini adalah orang yang mengembangkan menjadi lebih parah (chaos) atau menjadi lebih damai (peace). pernyataan ini tidak sepenuhnya benar, tetapi ada benarnya. 

contoh 

banyak sekali contohnya dikehidupan nyata. salah satunya orang pintar yang menghasut orang lain untuk membully, menghina, merendahkan dan menjauhkan orang agar tidak mau berteman dengan kita. sementara orang bodoh dengan kebodohannya, gampang sekali terprovokasi untuk ikut dalam ketidakbenaran (chaos). mayoritas orang tidak perduli dan menganggap biasa dengan bullying, pemerasan, dan lain lain. 

contoh kasus lain :  
preman yang merupakan organisasi yang terdiri dari pemimpin (leader) sebagai orang pintar (karena punya pengaruh dalam organisasi) dan anggota sebagai orang bodoh. kata anggota yang dimaksud disini, hanya  dalam kasus organisasi dengan kegiatan yang jahat (tidak baik). takutnya ada yang tersinggung jika disamaratakan semuanya. dalam kasus ini pemimpin adalah orang yang menciptakan kekacauan (ketidakbenaran) dan anggota nya adalah orang yang ikut berperan membuat ketidakbenaran menjadi lebih besar. 

Orang Tua

orang yang punya pengetahuan dan punya banyak pengalaman seperti seorang profesor dan orang tua menganggap beberapa contoh kasus diatas sebagai suatu fenomena yang biasa, terutama pada orang tua pelaku. sebagai orang tua yang sudah punya banyak pengalaman, seharusnya dapat mendidik anaknya dengan baik. pentingnya meningkatkan kualitas dan mendidik anak sejak bayi. pentingnya menikah ketika sudah mapan pengetahuan, kedewasaan berpikir, tercukupi secara materi, agar dapat fokus mendidik anak. bukan hanya bermodalkan cinta dan suka. disini juga perlu peran orang pintar yang berada dilingkungan pemerintah. 

Anak Cermin Orang Tua

anak merupakan cerminan dari orang tuanya. ketika orang tua ingin anak tidak merokok, maka orang tuanya juga jangan merokok. anak itu mencontoh dari apa yang dilakukan oleh orang tuanya. jika orang tua sampai melakukan tindakan kasar seperti memukul, menendang dalam mendidik, menandakan orang tuanya ada yang salah dalam menerapkan metode mendidik. orang tua harusnya mampu menjadi sahabat untuk berbagi cerita demi mengetahui psikologi anak. mendidik yang bagus itu diberitahukan pengetahuan dan dicontohkan dengan tindakan (praktik) dalam kehidupan sehari hari. 

Lari dari Kenyataan

kebanyakan orang melarikan diri dari kehidupan nyata yang pahit dengan bermain game, melihat sosial media, mabuk, dan lain lain. 

Miniatur Tuhan

tuhan identik dengan gelarnya yaitu pencipta. sedangkan manusia dalam pepatah adalah miniatur tuhan. mengapa demikian ? kita bisa lihat kenyataan bahwa manusia juga di berikan izin untuk menggunakan sifatnya dalam tanda petik "pencipta". seperti menciptakan handphone. menciptakan lagu, menciptakan bahasa, menciptakan rumus, menciptakan anak. 

contoh kasus seperti berikut : 
ada sebuah pepatah yang mengatakan kalau ridho tuhan terletak pada ridho orang tua. jika kita sadari yang menciptakan kita adalah orang tua. walaupun dalam proses penciptaan anak, tidak diketahui oleh orang tua sepenuhnya, itu berlangsung secara alamiah. kurang lebih begitu kira kira penggambaran manusia adalah miniatur tuhan. 

jadi tuhan itu harus dan pasti ada. karena segala sesuatu pasti ada penciptanya. jika pencipta juga diciptakan itu urusan lain. seperti manusia yang menciptakan robot, secara tidak langsung manusia adalah tuhan bagi robot, jika manusia diciptakan lagi itu urusan belakangan. artinya hukum alam semesta memang dibuat paradox dan melingkar (circle).