Novel Dunia Ajaib Blokside

Novel Dunia Ajaib Blokside
Rahman merupakan seorang yang pendiam dan penyendiri. Ia tinggal sendiri disebuah apartemen. Ia senang bermain computer, terutama yang berhubungan dengan pemrograman komputer. Ia sendiri bekerja disebuah perusahaan software ternama, bagian program computer. Rahman sudah bekerja di perusahaan itu selama beberapa tahun.

Tapi suatu hari karena sibuknya ia bermain dengan computer, sampai ia kekurangan tidur dan itu terjadi selama akhir akhir ini, yang membuat ia terkadang suka berhalusinasi dan susah membedakan antara yang nyata dan tidak nyata. Seperti terkadang ia melihat sesosok manusia yang sedang melihatnya, atau sesosok makluk dengan tubuh yang bersinar yang ingin menghampiri Rahman, dan terkadang ia melihat seekor binatang yang tiba tiba muncul dihadapannya.

Ketika Rahman sedang duduk ditaman sendirian yang sedang melamun, ia didatangi seorang pria yang bernama Seto. Seto pun meminta izin untuk duduk disamping Rahman. Mereka pun mengobrol Bersama selama beberapa waktu. Kemudian diakhir sesi obrolan, seto mengajak Rahman untuk berkunjung kerumahnya. seto mengatakan bahwa ia bisa membantu permasalahannya yang suka berhalusinasi dan mulai susah membedakan antara yang nyata dan tidak nyata. Rahman pun kaget mendengar ucapan seto. Dan mempertanyakan nya.
“dari mana kau tahu permasalahanku itu” kata Rahman
“nanti saja akan ku beri tahu jika kau datang ke rumahku” kata seto
“aku sudah lama mencari mu” kata seto

Seto pun pamit untuk pergi dengan memberikan alamat rumahnya dan Rahman kembali sendirian. Tak lama kemudian Rahman kembali kerumah dan tiduran sambil melamun mengenai beberapa masalah yang ia hadapi.

Pertemuan dengan Seto

Rahman pun berangkat kerumah seto, sesuai dengan alamat yang diberitahukan kepadanya. Tak lama kemudian Rahman pun sampai di kediaman seto. Rahman pun melihat rumah seto yang terlihat seperti rumah jaman dahulu dan sederhana. Ia kemudian bertemu dengan seto.

Seto : hallo Rahman
Rahman : hallo
Seto : perkenalkan dia adalah sintia
Rahman : hallo sintia
Sintia : hallo Rahman

Beberapa waktu kemudian mereka saling berkomunikasi mengenai pekerjaan, dan keseharian mereka. Lalu mulailah pembicaraan mengenai permasalahan yang dialami oleh Rahman. Sebelum membahas mengenai tersebut, seto menyuruh Rahman untuk memilih 2 pilihan. Yaitu
  • Jika kau memilih air, kau akan menjalani kehidupan yang baru, dan kau tidak bisa kembali. kau akan melihat dunia ajaib yang sebelumnya belum pernah kamu lihat.
  • Jika kau memilih sirup, kau akan kembali menjalani kehidupan normal mu yang sebelum nya sudah kau jalani.
“ingat saya hanya menunjukan kebenaran. Tidak lebih” kata seto

Dengan perasaan bimbang, akhirnya Rahman lebih memilih untuk meminum air putih yaitu options 1, karena rasa penasarannya mengenai permasalahan yang ia hadapi belakangan ini.

Diam dan Pelajari

ketika selesai meminum air, iapun diajak ke ruang tertentu. Ia diberitahukan beberapa alat yang ada disitu beserta fungsinya. Rahman diminta untuk menjalani beberapa persyaratan seperti bermeditasi selama beberapa menit. Dan disuruh untuk berpuasa. Rahman pun bertanya kepada seto
“untuk apa saya melakukan semua itu” kata Rahman
“lakukan saja, nanti juga akan kuberitahu” sahut seto
Ia pun menjalani kegiatan sehari hari nya dengan melakukan apa yang diminta seto kepadanya. Hingga suatu ketika ia diajak untuk ikut bersamanya mengunjungi suatu tempat. Besokkan harinya ia datang kerumah seto. Dan seto pun menyuruhnya masuk kedalam rumahnya.
Rahman diminta untuk menggunakan suatu alat, ia pun menurutinya. Secara tiba tiba, ia berpindah tempat diatas sebuah Gedung tinggi.
Ia pun bingung “dimana kita?” kata Rahman
“kita ada didalam dunia digital” kata seto
“bagaimana bisa begitu ?, apakah ini nyata ?” kata ahamd

“apa itu nyata ?, bagaimana pendefinisianmu mengenai itu. Jika yang kau maksud yang bisa kau sentuh, kau pegang, dan kau rasakan, apa yang kau cium, kau lihat. Maka nyata hanyalah sebuah kesadaran relative yang diterjemahkan oleh otakmu” kata seto
“yang ada sekarang hanyalah sinyal kesadaran dari otakmu” kata seto
Rahman pun tertegun mendengar ucapan kak seto.
“kita ada di dalam dunia mimpi Rahman” kata seto
“setiap manusia, ketika sedang dalam kandungan terdapat sebuah zat bernama CPH4 dalam kuantitas kecil. Bagi bayi itu sekuat bom atom. Hal itulah yang memberi janin tenaga untuk membentuk tulang dalam tubuh” kata seto
“lalu untuk apa engkau menyuruhku untuk berpuasa dan bermeditasi” kata Rahman

“puasa digunakan untuk mendetoks tubuh mu dari berbagai penyakit yang ada di dalam tubuhmu. Dan meditasi digunakan untuk meningkatkan kesadaran mu agar kau dapat lebih efisien dalam menggunakan otakmu. manusia pada umumnya menggunakan 10% kapasitas dari otaknya, itupun hanya segelinter. Biasanya dibawah itu” kata seto
“lalu apa yang terjadi jika manusia bisa lebih dari 10%” kata Rahman
“kecerdasanmu akan bertambah dikarenakan efisiensi dan kapasitas yang semakin bagus. Dan itu akan mempengaruhi daya jelajahmu” kata seto
“apa maksudmu mengenai daya jelajah” kata Rahman
“setiap manusia bisa menciptakan dunianya sendiri, dengan menggunakan kesadarannya. Itulah alasannya pengetahuan itu penting” kata seto
Lalu mereka pun berpindah tempat di atas Gedung pencakar, dan seto menyuruh Rahman untuk melompat. Sebelum itu seto akan memberikan contoh. Seto pun berhasil melompat melewati Gedung yang lain.
Ketika Rahman mencoba untuk melompat, ia tidak sampai dan terjatuh ke jalan. Tapi ia tidak mati, hanya gigi nya patah.
Setelah itu seto mengajak Rahman untuk kembali kedunia asli.
Ketika ia kembali didunia asli, Rahman merasa giginya berdarah. Ia mengira kalau yang barusan itu hanya berada di dunia mimpi
“Ku kira tadi hanya berlaku di dunia mimpi (digital)” kata Rahman
“otakmu yang membuat itu nyata” kata seto

“jadi jika ku mati di dunia tersebut apakah aku akan mati di dunia nyata” kata Rahman
“tentu saja, sebuah tubuh tidak akan bisa bekerja tanpa otak” kata seto

Keputusan Rahman

Rahmanpun memutuskan untuk lebih mendalami hal tersebut dengan pergi ke dunia digital selama lamanya. dan berhenti bekerja di karenakan rasa bingung dan penasarannya juga rasa bosan nya untuk menjalani dunia nyata nya yang terkadang suka di marahi dan kerja lembur.