uang : pengertian, sejarah, syarat, fungsi, nilai, jenis, motif

ada pepatah yang mengatakan uang bukanlah segalanya, akan tetapi hal itu bukan berarti uang tidak mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. buktinya, orang bisa membeli segala macam barang dan jasa dengan menggunakan uang. selain itu orang juga merasa gembira bila mendapatkan dan memiliki uang. 

1. pengertian uang

ada beberapa ahli yang mencoba menjelaskan tentang pengertian dari uang. diantaranya adalah sebagai berikut
  • robertson berpendapat bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima oleh umum untuk alat pembayaran barang barang
  • R.J Thomas menyatakan bahwa uang adalah benda yang diterima oleh umum untuk pembayaran barang dan jasa, dan kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang
berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum, sebagai alat tukar dan alat pembayaran. diterima umum artinya diterima secara perorangan maupun lembaga. jadi, benda apapun yang memenuhi fungsi uang dan diterima umum bisa dinyatakan sebagai uang. contoh uang dalam kehidupan sehari hari yaitu uang logam. uang kertas, uang giral, kartu kredit (credit card) dan cek perjalanan (travelers cheque)

2. sejarah uang

perkembangan uang sejak pertama kali ditemukan hingga sekarang telah melalui tujuh tahapan. ketujuh tahapan yaitu tahap pra-barter, tahap barter, tahap uang barang, tahap uang logam, tahap uang tanda, tahap uang kertas, dan tahap uang giral. 

a. tahap pra-barter
pada tahap ini, masyarakat belum mengenal pertukaran. sebab pada saat itu manusia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya melalui usaha sendiri, yaitu dengan mengambil langsung dari alam sekitar tempat tinggal. untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, mereka melakukan pemukiman yang berpindah pindah (nomaden)

b. tahap barter
peradaban manusia yang semakin maju mengakibatkan kebutuhan manusia semakin bertambah. sejak saat itulah manusia mulai merasakan bahwa kebutuhan tidak dapat dipenuhi sendiri. maka terjadilah pertukaran antara satu rumah tangga dengan rumah tangga yang lain. 

pertukaran dilakukan antara barang dengan barang. misalnya satu ekor kambing ditukar dengan 10 helai baju, dan satu ekor ayam ditukar dengan satu ikat padi. pertukaran antara barang dengan barang disebut dengan pertukaran barter

c. tahap uang barang
kesulitan yang ada dalam sistem barter membuat manusia terdorong untuk menciptakan pertukaran yang lebih praktis, yaitu dengan menggunakan barang. uang barang adalah barang yang disukai oleh setiap orang dan diterima semua pihak sebagai alat tukar. barang barang yang dijadikan uang barang yaitu barang barang yang disenangi oleh masyarakat. barang barang yang pernah digunakan sebagai uang barang antara lain kulit kerang, tulang binatang, garam, teh, tembakau, senjata tajam, dan batu intan. 

dalam sisitem uang barang, cara pertukaran tidak lagi antara barang dengan barang, tapi telah menggunakan media alat penukaran berupa uang barang. barang yang dimiliki mula mula ditukarkan dengan uang barang. kemudian uang barang ditukarkan dengan barang yang dibutuhkan. 

contoh : budi memiliki satu ekor kerbau, ia membutuhkan dua ekor kambing, maka budi menukarkan kerbaunya dengan uamg barang, kemudian menukarkan uang barang tadi dengan dua ekor kambing. 

d. tahap uang logam 
penggunaan uang barang mengalami beberapa kesulitan karena tidak mempunyai ukuran, berat, bentuk, indentitas yang pasti. uang barang sulit untuk dipecah pecah menjadi satuan yang lebih kecil, sulit untuk dibawa kemana mana dan tidak praktis. untuk itu dibuatkanlah uang logam yang terbuat dari emas dan perak. dalam proses pembuatannya, berat dan kadar logam diukur terlebih dahulu. ini dilakukan untuk menentukan nilainya. tidak hanya itu, setiap satuannya pun memiliki bentuk tertentu, diberi cap sebagai jaminan resmi kadar, dan dibuatkan angka untuk menentukan nilainya. 

tahap pembuatan uang emas dan perak dimulai pada abad ke 7 SM. uang emas dan perak memiliki nilai intrinsik dan nilai nominal yang sama. karena itu, uang emas dan perak disebut sebagai uang penuh (full bodied money)

e. tahap uang tanda
uang tanda adalah uang yang memiliki nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsiknya. uang tanda dibuat karena dibutuhkan uang logam dengan pecahan lebih kecil untuk keperluan sehari hari. uang tanda pertama kali diedarkan di inggris pada tahun 1816. uang ini dibuat menggunakan logam perak dan perunggu.

f. tahap uang kertas
untuk transaksi dengan jumlah besar, maka penggunaan uang logam menjadi kurang praktis dan tidak aman. karena adanya kesulitan itulah, maka pada abad ke 16 di inggris, belanda, dan belgia, beredar uang yang nilai intrinsik nya tidak ada sama sekali atau sangat kecil bila dibandingkan dengan nilai nominalnya. peristiwa ini berawal dari dibukanya banco banco tempat penitipan uang di kota london., amsterdam. dan antwerpen sebagai tempat penitipan emas.

mereka mengeluarkan surat bukti penitipan sebagai tanda deposito yang diberi nama goldsmith's note. lambat laun, goldsmith's diterima sebagai alat pembayaran karena dijamin 100% oleh emas. pembuatan uang kertas pada saat ini tidak dijamin dengan emas, tetapi dijamin oleh undang undang. uang kertas diterima oleh masyarakat umum bukan karena nilainya tetapi karena kepercayaan. sebab itulah, uang kertas disebut sebagai juga uang kepercayaan (fiduciary money)

g. tahap uang giral 
perkembangan ekonomi semakin meningkat menuntut adanya alat tukar yang mudah dan aman. karena itulah diciptakannya uang giral (uang bank). kepemilikan uang dalam jumlah besar mengandung banyak resiko, antara lain hilang dan rusak. penggunaan uang logam dan uang kertas dalam jumlah besar dirasakan kurang aman dan tidak praktis. karena itulah orang lebih senang menyimpan uang di bank.

transaksi yang dilakukan di bank juga tidak lagi melibatkan lalu lintas uang, tetapi dilakukan secara giro. sekarang dimasyarakat selain uang kertas dan uang logam, beredar pula uang giral dalam bentuk kartu kredit (credit card) dan cek perjalanan (travelers cheque).

3. syarat uang 

pada kenyataannya, uang merupakan sebuah barang, tetapi tidak semua barang dapat dikatakan uang. sesuatu barang dapat dikatakan sebagai uang apabila memenuhi syarat tertentu, yaitu syarat psikologis dan teknis.

a. syarat psikologis
adalah barang tersebut harus dapat memuaskan bermacam macam keinginan orang, sehingga semua orang mau mengakui dan menerimanya (generally acceptable). jadi, uang harus bisa memberikan kepuasan kepada setiap orang yang memegangnya dalam segala kegiatan, terutama kegiatan ekonomi.

b. syarat teknis
syarat teknis adalah syarat yang melekat pada benda atau barang agar diterima sebagai uang. syarat teknis meliputi enam hal antara lain.

1. digemari dan diterima umum
suatu barang atau benda dapat diterima masyarakat apabila benda tersebut diyakini dan dipercayai dapat digunakan dalam berbagai macam pembayaran. misalnya untuk membayar gaji, membayar utang, dan membeli barang barang rumah tangga

2. jumlahnya mencukupi kebutuhan
jumlah uang yang beredar dimasyarakat harus mencukupi kebutuhan. sebab jika tidak mencukupi akan mempengaruhi kegiatan ekonomi. contoh : ketika jumlah uang yang beredar dimasyarakat terlalu banyak, maka mengakibatkan harga barang dan jasa naik. 

3. tahan lama dan tidak mudah rusak 
uang sebagai alat tukar akan berpindah pindah dari tangan ke tangan. oleh sebab itu, bahan pembuatan uang harus kuat agar tahan lama dan tidak mudah rusak 

4. nilainya stabil 
barang yang digunakan harus memiliki nilai yang stabil. nilai uang sangat berpengaruh terhadap harapan masyarakat. selain itu, uang juga dapat dijadikan alat penimbun kekayaan

5. mudah disimpan dan dibawa 
uang harus menjadi sarana yang praktis dalam kegiatan perdagangan, oleh sebab itu, uang harus mudah disimpan dan mudah dibawa bawa 

6. mudah dibagi bagi 
dalam melakukan transaksi perdagangan dibutuhkan uang, baik dalam jumlah besar maupun dalam bentuk pecahan kecil. untuk itu, uang harus tersedia dalam berbagai ukuran nilai nominal. seperti negara indonesia terdapat pecahan uang terkecil Rp100,00 dan terbesar Rp100.000,00

4. fungsi uang

terbagi menjadi dua, yaitu fungsi pokok dan khusus. 

a. fungsi pokok 
adalah sebagai alat untuk mempermudah pertukaran barang dan jasa. fungsi ini erat kaitannya dengan sistem perekonomian suatu negara. dimana uang dituntut menjadi sarana untuk mempermudah dan mempersingkat waktu dalam kegiatan perdagangan. ketika dilakukan dengan sistem barter, kegiatan perdagangan membutuhkan waktu yang lama dan bertele tele. setelah adanya uang, kegiatan perdagangan dapat dilakukan lebih cepat dan praktis 

b. fungsi khusus
adalah fungsi uang dalam usaha untuk mengatasi kesulitan kesulitan terjadi dalam sistem barter. sejalan dengan itu, uang menjadi sirkulasi dan alat utama perdagangan. fungsi khusus uang terbagi dalam fungsi asli (primer) dan fungsi turunan (sekunder).

1. fungsi asli (primer)
yaitu sebagai alat tukar dan satuan nilai 

2. fungsi turunan (sekunder)
merupakan pengembangan dari fungsi utama uang sebagai alat tukar dan satuan nilai. berikut beberapa fungsi turunan uang. 
  • alat pembayaran 
  • alat menabung
  • alat pembentuk modal, dapat digunakan sebagai modal usaha seperti mendirikan perusahaan baru atau menanamkannya dalam bentuk saham 
  • alat pemindah kekayaan, untuk memindahkan kekayaan dari satu tempat ke tempat lainnya, atau pemindahan kepemilikan  
  • alat pembentuk kekayaan, untuk membeli berbagai macam barang seperti rumah, kendaraan, 

5. nilai uang 

setiap benda yang dibutuhkan oleh manusia mempunyai nilai. tinggi rendahnya nilai suatu benda sangat bergantung pada manfaat benda tersebut. bila suatu benda semakin bermanfaat maka semakin tinggi nilainya. begitupun dengan uang. uang merupakan sejenis barang yang mempunyai manfaat dan dapat memenuhi kebutuhan manusia

nilai uang adalah kemampuan uang untuk ditukarkan dengan barang atau jasa. nilai uang disebut juga daya beli uang. tinggi rendahnya daya beli uang bergantung pada perolehan barang dan jasa dari hasil pertukaran uang tersebut
nilai uang dibedakan menjadi nilai intrinsik, nilai nominal dan nilai ril

a. nilai intrinsik 
adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang. nilai intrinsik uang logam lebih tinggi dari nilai intrinsik uang kertas. bahkan uang logam yang terbuat dari emas dan perak nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya, uang demikian disebut uang penuh (full bodied money)

b. nilai nominal 
adalah nilai yang tertulis atau tercantum pada uang. contoh Rp 1000, Rp 500, Rp 2000. nilai nominal uang giral bisa lebih besar dari nilai nominal uang kartal 

c. nilai ril 
adalah kemampuan uang untuk ditukarkan dengan barang dan jasa pada saat tertentu. nilai rill sama dengan daya beli uang. contoh uang Rp 5000 untuk membeli sebuah roti 

6. jenis uang

saat ini,  negara negara didunia termasuk indonesia menggunakan dua jenis uang untuk melakukan pembayaran di dalam negeri. yaitu uang kartal, dan uang giral. 

a. uang kartal 
adalah uang kertas atau uang logam yang beredar dari tangan ke tangan sebagai alat pembayaran yang sah. baik secara ekonomi maupun secara hukum maka setiap orang tidak bisa menolak uang kartal hal ini berarti orang bisa dituntut secara hukum bila tidak bersedia menerimanya. 

b. uang giral 
adalah uang yang tersimpan di dalam rekening bank yang sewaktu waktu dapat diambil dengan cek atau dipindah bukukan (giro). uang giral merupakan uang yang sah secara ekonomi tetapi tidak sah secara hukum. oleh sebab itu, orang boleh menolak pembayaran dengan uang giral dan tidak akan dituntut secara hukum. 

berikut lima contoh uang giral 
  • cek
  • bilyet giro 
  • perintah pembayaran langsung
  • kartu kredit
  • telegraphic transfer (TT)

7. motif uang

pada umumnya orang lebih senang memilih uang sebagai alat penimbun kekayaan. menurut J.M Keynes terdapat tiga alasan mengapa orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai. 
a. motif transaksi (transaction motive)
dengan tujuan untuk digunakan dalam kegiatan sehari hari. seperti surat kabar, pulsa, kouta paket, bayar utang. 
b. motif berjaga jaga (precautionary motive)
menunjukan bahwa orang menyimpan uang untuk kepentingan yang sifatnya darurat dan tidak diperhitungkan sebelumnya, atau untuk memenuhi kebutuhan dimasa yang akan datang. 
c. motif spekulassi (speculative motive)
dilakukan dengan harapan akan memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang. para spekulan melakukan kegiatannya bila mengetahui peluang lebih baik dimasa yang akan datang. 
contoh : mendepositokan uang di bank ketika mengetahui suku bunga deposito akan naik.

jika ada yang ingin request informasi bisa hubungi admin blokside di wa atau facebook. terima kasih