cara mengetahui sifat dan karakter seorang anak

cara mengetahui sifat dan karakter seorang anak
anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh allah kepada manusia. manusia berkembang biak untuk mewariskan pengetahuan yang ia sudah kumpulkan selama dia hidup dan mewariskannya kepada anaknya untuk melanjutkan tujuan dari orang tuanya. lalu apakah tujuan dari orang tua atau manusia sebelumnya ? yaitu mencari tahu tentang jati diri manusia dan siapakah tuhan, mempelajari tentang alam semesta. kalau kalian menganggap kita sudah mengenal diri, alam semesta dan tuhan. maka kalian salah. semenjak manusia diciptakan, manusia selalu bertanya tanya dan masih bertanya tanya serta mencari tahu siapakah penciptanya. dan untuk apa ia diciptakan.

manusia berkembang biak karena adanya keterbatasan waktu. biasanya manusia hidup antara 50 tahun - 80 tahun pada umumnya. jika dirasa lingkungan dan tempat nya kurang cocok seperti sering terjadi bencana alam, wabah atau teror, maka manusia lebih memilih keabadian. keabadian dalam pengertian ini lebih ke mencukupi diri dengan makanan. tetapi jika dirasa lingkungan dan alamnya mendukung atau bagus maka manusia cenderung lebih memilih bercinta untuk berkembang biak.

seperti judul yang diatas, anak merupakan cerminan dari kedua orang tuanya. baik dan buruknya seorang anak tidak bergantung dari siapakah orang tuanya. apakah orang tuanya seorang ulama, ustadz, profesor, atau orang yang berpendidikan. tapi tergantung dari cara merawat, mendidik, dan mengajarinya. kita bisa tahu sifat (baik buruk) dan kebiasaan orang tuanya dari seorang anak.

seorang anak belajar dengan cara melihat apa yang dilakukan orang lain. dimulai dari yang terdekat sampai yang terjauh, seperti orang tuanya, kakaknya, teman temannya, gurunya dan lingkungannya. walaupun begitu, yang paling dominan membentuk karakter anak adalah dari orang terdekat seperti keluarga. tapi jika keluarga dan orang tuanya, kurang memperhatikan tumbuh kembang anaknya maka teman temannya menjadi yang dominan membentuk sifat dan perilaku si anak. berikut contohnya : 
  • jika ayahnya merupakan seorang yang suka memberi, maka anak juga akan menjadi seorang yang suka memberi. 
  • jika ibunya merupakan seorang yang suka beribadah, maka anaknya akan menjadi seorang yang suka beribadah. 
  • jika orang tuanya seorang yang pendiam maka anaknya akan menjadi orang yang pendiam. 
dan berikut beberapa contoh lainnya :
  • orang tua yang berprofesi sebagai ustadz, pendeta, ulama, profesor, guru, belum tentu anaknya akan memiliki sifat dan perilaku yang baik. 
  • orang tua yang berprofesi sebagai pencuri, atau penjahat, belum tentu anaknya juga akan menjadi seorang penjahat. 
kita tidak bisa melihat perilaku seseorang anak dari perilaku orang tuanya yang ditampilkan, tapi bisa dilihat dari kebiasaan orang tua ketika tidak ada orang lain. untuk mengajari seorang anak tidak harus dengan kata-kata, tapi memberinya contoh dengan tindakan.

sekian yang dapat disampaikan, masih banyak faktor yang lain, untuk bisa menentukan seorang anak akan menjadi orang baik atau buruk. terima kasih